Senin, 16 Juni 2014

Profil Organisasi



Sejarah
LDK MKMI (Lembaga Dakwah Kampus Majelis Kajian Mahasiswa Islam) adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) d Universitas Trunojoyo Madura yang sebelumnya bernama UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam). Adanya perubahan nama menjadi LDK MKMI adalah sejak perubahan status universitas dari swasta ke negeri yang dulunya Unversitas Bangkalan menjadi Universitas Trunojoyo Madura. Terhitung sejak waktu itu, tanggal 10 Juli 2001 LDK MKMI berdiri hingga kini yang sudah mencapai umur ke 13. Seperti namanya, LDK MKMI bertugas untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa di bidang agama islam. Dan juga merupakan wadah bagi para mahasiswa untuk memperdalam dan mempertajam pengetahuan keislamannya.
  
 Visi dan Misi
Visi      :
“Membentuk Peradaban Kampus Universitas Trunojoyo Madura yang Madani” 

Misi     :
1.   Menanamkan nilai-nilai islam dari berbaga media (kajian, seminar, buletin islam, website, dan multimedia lainnya).
2.      Memperkuat Basis Sosial
3.      Mengoptimalkan struktur dan manajemen keorganisasian

Selain itu LDK MKMI periode 2014 memiliki target jangka pendek kita, yaitu “LDK MKMI Go To Standarisasi LDK Nasional” yang merupakan sebuah proses akselerasi untuk menyesuaikan dengan LDK-LDK lain se Indonesia yang tergabung dalam FSDK, dari Struktur, Sistem Pengkaderan, Administras LDK, bahkan mekanisme dan alur kerjanya. Kita juga mempunyai jargon “Visi Sinergi, Aksi”.

Untuk memfokuskan Dakwah di masing-masing Fakultas. Maka, terbentuklah beberapa LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) yang berkiprah di lingkup Fakultas, di antaranya : SEFiS FE, KAMUS FT, Fki Al Azzam FISIB, Al Miftah FP, Manara FH. Fsi Ar-Rasyad FIP. Insyaallah dengan kesolidan dan kerja keras untuk berdakwah. Kami yakin sepuluh tahun ke depan Mimpi Besar kita akan segera terwujud, yaitu terciiptanya KAMPUS MADANI.

“Tiada kata Letih dan Lelah dalam berdakwah, karena Istirahat kita nanti Insya Allah di Surga”

Struktur Organisasi


Pernyataan Sikap – Penutupan Lokalisasi Dolly



FSLDK Surabaya Raya Dukung Penutupan Lokalisasi Dolly

FSLDK (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus) Surabaya Raya yang terdiri lembaga dakwah dari berbagai elemen kampus seperti ITS, UA, Ubaya, UTM Madura, Unesa, STIE Perbanas, UWKS Surabaya, PENS, PPNS, dan kampus sekitar Surabaya lainnya hari ini (Sabtu, 14 Juni 2014) menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota Surabaya dalam Penutupan Lokalisasi Dolly yang akan diselenggarakan pada 18 Juni 2014 mendatang.

Penutupan lokalisasi Dolly harus segera dilaksanakan. Hal ini berkaitan dengan penyelamatan generasi muda. Jangan sampai moral generasi muda teracuni dengan adanya tempat prostitusi tersebut. Menutup lokalisasi yang berpredikat terbesar se-Asia Tenggara tentunya dapat mengembalikan nama baik kota Surabaya sebagai kota pahlawan. Kita dapat mencitrakan kota surabaya sebagai kota dengan pemudanya yang berkepribadian sholih, santun dan energic layaknya para pahlawan kita yang bersemangat mengusir penjajah dari tanah Surabaya.

Jika penutupan Dolly ditentang dengan alasan utama ekonomi, maka kami atas nama FSLDK Surabaya Raya dengan tegas menolak dan sangat tidak sepakat. Bukankah masalah rezeki sudah diatur oleh Sang Pencipta? Ladang rezeki yang halal bisa didapatkan di manapun tanpa kita harus terjun ke tempat-tempat maksiat. Cobalah untuk menengok sisi lain dari warga kota Surabaya seperti para tukang becak, penjual minuman keliling, dan loper koran. Meskipun kondisi ekonomi mereka kurang baik, mereka pantang untuk meminta-minta. Mereka lebih memilih untuk mencari rezeki yang halal untuk sekedar mengisi kosongnya perut. Untuk itu diharapkan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar segera mengalihprofesikan para tunasusila serta warga sekitar tempat prostitusi, untuk diberdayakan ke hal yang positif dan tentunya memberikan nilai ekonomi terhadap kelangsungan hidup mereka.

Terdapat 4 Perda kenapa Dolly harus ditutup yaitu :
  1. Perda Kota Surabaya No. 7 Tahun 1999 tentang larangan menggunakan bangunan untuk perbuatan asusila serta pemikatan untuk melakukan perbuatan asusila di Kota Surabaya.
  2. Perda Kota Surabaya No. 6 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan perlindungan anak.
  3. Perda Kota Surabaya tentang Peredaran Minuman Beralkohol
  4. Perda Kota Surabaya tentang Ketertiban Umum
Yang perlu menjadi topik bahasan sekarang bukanlah soal isu penutupan lokalisasi Dolly, namun tindak lanjut pasca penutupan. FSLDK Surabaya Raya menawarkan beberapa solusi sebagai tindak lanjut yaitu mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) bagi anak-anak di kawasan dolly dan bekerjasama dengan Jaringan Kemuslimahan LDK Surabaya Raya dalam mengadakan pembinaan bagi perempuan-perempuan tuna susila di kawasan tersebut. Selain karena latar belakang di atas, pernyataan sikap ini juga sebagai upaya pencerdasan kepada masyarakat umum terhadap isu sosial yang ada, karena dinilai perhatian masyarakat masih sangat kurang dalam mendukung rencana baik yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Terlebih kalangan muda sebagai agen perubahan, sangat diharapkan partisipasinya dalam mengentaskan permasalahan umat yang ada. Jangan sampai kita menjadi pemuda pemudi yang tuli terhadap permasalahan sosial, karena sudah saatnya kita menjadi pemuda pemudi yang peka akan zaman.

Surabaya, 14 Juni 2014

FSLDK Surabaya Raya

Minggu, 01 Juni 2014

Tatsqif FSLDK Surabaya Raya “MENUJU INDONESIA BARU”

 

Surabaya – FSLDK Surabaya Raya mengadakan acara tatsqif yang diadakan di Kampus ITS. Acara ini diadakan selama 2 bulan sekali di kampus tertentu. Acara ini dihadiri oleh beberapa lembaga dakwah kampus yang ada di lingkup Surabaya Raya seperti UBAYA, UNAIR, UTM dll, yang saya tak bisa sebutkan satu persatu. Tema yang diangkat pada tatsqif ini yaitu “Mengkritisi Protret Pendidikan dan Pemimpin Masa Depan Indonesia”. Hal tersebut karena potret pendidikan yang menjadi titik tolak akan kritik di balik carut marut pendidikan di negeri ini. Sehingga perlu di perhatikan kembali sistem pendidikan di Indonesia. Akan tetapi meberikan secerah ide, gagasan dan pemikiran yang segar di dunia pendidikan tidak saja sangat bagaimana seorang guru mendidik, tetapi gagasan dan pemikiran harus diwujudkan dan diaplikasikan dalam langkah konkret.

Memasuki jam 4 sore, serangkaian acara tatsqif pun mulai. Pada sesi pertama ini, akan ada Bedah Buku “Pak Guru”. Bedah Buku pertama yang diadakan JMMI ini bertemakan “Merenungi Kembali Hakikat Pendidikan”. Bedah Buku ini menghadirkan penulis buku yakni Bapak Awang Surya. Acara ini dihadiri oleh kalangan masyarakat umum, termasuk dari beberapa aktivis dakwah dari kampus non ITS. Novel ini berisi tentang kisah pendidikan di tahun 70-an, dimana guru merupakan sosok yang sangat disegani, dihargai, dan dihormati oleh masyarakat serta kegigihannya dalam menegakkan prinsip-prinsip pendidikan yang benar.

Kemudian setelah sholat maghrib berjama’ah, dilanjutkan dengan tilawatil qur’an serta ta’aruf, bercengkrama dan berdiskusi dengan teman-teman dari aktivis dakwah lainnya sambil makan malam bersama. Dengan adanya ukhuwah ini diharapkan bisa saling mengenal satu sama lain meskipun beda latar belakang kampus.

Setelah sholat isya, sesi kedua ini dilanjutkan dengan materi Sekolah LDK yang disampaikan oleh akhi Mohammad Rifa’i selaku ketua umum JMMI ITS. Dalam materi yang disampaikan, saya menyimpulkan, “Output yang diharapkan dari materi sekolah LDK ini adalah terwujudnya sinergitas dan akselerasi antara LDK satu dengan LDK lainnya.”

Pada hari ahad dini hari, acara diawali dengan shalat tahajjud selama 8 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah. Setelah sholat shubuh dilanjutkan dengan riyadhoh yaitu bermain futsal. Sebelum permainan dimulai, diharapkan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menaikkan tingkat energi yang dikeluarkan oleh metabolisme tubuh. Permainan pun berlangsung seru dan meriah. Keakrabanpun semakin terjalin kuat antara para aktivis dakwah.

Sekitar jam 9 pagi, acara Tatsqif sudah berakhir. Sebelum berakhir, para aktivispun menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan tatqsif dan dilanjutkan dengan video testimoni yang mana salah satu dari mereka menceritakan kembali kegiatan selama tatsqif. Kami pun berterima kasih kepada teman-teman Puskomda khususnya Pengurus JMMI ITS selaku tuan rumah Tatsqif kali ini yang telah setia menemani kami dari awal hingga akhir acara. Semoga selama 1 hari tatsqif bisa membawa bekal kita untuk terus mengembangkan dakwah di kampus. (ikhwan)

GEMA RAMADHAN (Kajian Bersama Laziz Al-Haromain Bangkalan)

Meningkatkan Iman, Bukan Hanya Resolusi Ramadhan 👳🏻‍♂️ Ust. Moh. Sofa Faudi, S.Psi. • Iman artinya meyakini dalam hati, mengucapkan dengan...