Rabu, 27 Oktober 2010

MENJAGA PANDANGAN

“Allahumma inni audzubika min fitnatin nisaa, Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah wanita”. Seorang teman mengajarkan doa tersebut kepada saya.
Ia memaparkan bahwa doa tersebut merupakan perisai yang ampuh bagi para pria saat melihat wanita yang membuatnya tergoda.
Nafsu senantiasa bergejolak apalagi saat stimulan bermunculan. Perkara menundukkan nafsu itu yang menjadi sebuah kreativitas.
Saat manusia melihat apa yang diharamkan Allah SWT, maka boleh jadi ia tergoda oleh bisik rayu setan dan pandangan liar yang haram menjadi pintu masuk maksiat yang lebih besar.
Meski hanya sekilas pandang, namun bila tidak segera ditundukkan maka pandangan akan menyerang pikiran dan membuat jiwa gelisah. Bila tak mampu ditundukkan, maka nafsu akan mendorong diri untuk berlaku maksiat.
Allah SWT mencegah pandangan liar di kalangan Mukminin, baik pria maupun wanita. Dalam surah An-Nuur ayat 30, Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’ “.
Pada ayat 31 surah yang sama, Allah SWT pun memerintahkan hal yang sama kepada kaum wanita, yakni menahan pandangan dan menjaga kemaluannya.
Bahkan, Rasulullah SAW pun mencegah sahabat secara langsung begitu tak mampu menundukkan pandangan. Alkisah, salah seorang sahabat bernama Al Fadhl bin Abbas sedang berdiri di samping Rasulullah SAW saat berhaji. Lalu datanglah seorang wanita ke arah Nabi Muhammad SAW untuk bertanya tentang suatu hal.
Al Fadhl melempar pandang kepada wanita tersebut, dan wanita itu pun melihat kepadanya. Saat Rasulullah SAW mengetahuinya, maka beliau memalingkan wajah Al Fadhl ke arah lain agar terhindar dari dosa. (Hadis Muttafaq Alaihi, Bulughul Maram hadis 732).
Rupanya kemunculan maksiat tak melihat tempat dan suasana. Dalam kondisi haji dan berdiri di samping Rasulullah SAW sekalipun, pandangan liar berpotensi dosa dapat bermunculan.
Marilah saudaraku seiman kita mencoba ikut ambil bagian dalam perintah Allah SWT dan Rasul-Nya ini. Menundukkan pandangan, itulah latihan yang perlu kita lakukan.
Meski Anda belum mengetahui maksud dan manfaat menundukkan pandangan seperti yang diperintahkan, namun yakinlah bahwa kebaikan itu akan berpulang pada dirimu. Paling tidak doa kita mendapat ijabah, shalat kita khusyuk, sujud dan tadharru kita akan bermakna.
Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Setiap Muslim yang melihat kecantikan seorang wanita pada kali pertama kemudian ia berusaha untuk menundukkan pandangannya, maka pasti Allah akan menggantikan untuknya sebuah ibadah yang dapat ia rasakan kenikmatannya.” (HR Ahmad).
Bila Anda ingin mendapati kekhusyukan serta kenikmatan beribadah kepada Sang Khalik, maka mulailah melakukannya dari sesuatu yang kecil, yakni menundukkan pandangan.

Sumber: Kolom Hikmah Republika, 22 Oktober 2010
Related Posts with Thumbnails

Senin, 25 Oktober 2010

PEMBAGIAN KELOMPOK (RTL PDKI 2010)

Pembagian Kelompok dan Muro'iyah(Pembimbing) : AKHWAT

  1. Kelompok 1 (Ummu Sulaim) : Rohmi Nur Hidayah (081216462646)
  2. Kelompok 2 (Ummu Kultsum) : Firda Kamalia (085655569912)
  3. Kelompok 3 (Siti Aisyah) : Pujianik Mulyani (08563458826)
Pembagian Kelompok dan Muro'i(Pembimbing) : IKHWAN
  1. Kelompok 1 (Muhammad Al Fatih) : Bahrul Ulum (085854398338)
  2. Kelompok 2 (Bilal Bin Robbah) : Yanuari Dwi Prianto (085731036616)
  3. Kelompok 3 (Sholahuddin Al Ayyubi) : Agil Asyrofi (085736847210)

Rabu, 20 Oktober 2010

Menjernihkan Hati

Hati dan pikiran yang jernih akan melahirkan perbuatan yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Sebab, kejernihan hati dan pikiran, selalu dilandasi dengan semangat keikhlasan untuk mengabdikan dirinya semata-mata karena Allah.
Itulah salah satu ciri orang yang beriman. Perbuatan yang demikian itu akan mampu menjadikan dirinya sebagai pembersih jiwa untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS Asy-Syams [91]: 9-10).
Banyak cara dan langkah yang diajarkan Islam untuk menjernihkan hati dan pikiran tersebut. Pertama, memperbanyak istighfar (memohon ampun) kepada Allah SWT disertai keyakinan untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang salah.
Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran [3]: 135).
Kedua, membiasakan zikir dengan lisan, hati, dan amal perbuatan. Dirinya meyakini bahwa segala sesuatunya telah ditentukan oleh Allah. “(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” (QS Ar-Ra’du [13]: 28-29).
Ketiga, memperbanyak zakat, infak, dan sedekah. Kesadaran untuk berzakat akan mampu mengembangkan dan memberikan keberkahan pada harta yang dimiliki (QS Ar-Ruum [30]: 39), serta mampu menjernihkan hati dan pikiran.
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At-Taubah [9]: 103).
Dalam kaitan dengan kesediaan berzakat, berinfak, dan bersedekah ini juga akan meneguhkan etos dan etika kerja. Artinya, orang yang bekerja dengan hati dan pikiran yang jernih, niscaya mereka akan senantiasa senang bekerja dan tidak malas. Mereka akan menjadi manusia produktif, serta tidak melakukan perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat. (QS Al-Mu’minun [23]: 1-4). Selain itu, mereka akan senantiasa menjaga perbuatannya dari hal-hal yang negatif dan tercela. Sebab, hal itu dapat merupakan amal perbuatannya.
Karena itu, marilah kita tunaikan zakat, agar harta, jiwa, hati, dan pikiran kita semakin jernih dan bersih, sehingga akan mampu meraih kesuksesan hidup di dunia maupun di akhirat.

Sumber: Kolom Hikmah Republika, 30 September 2010

Senin, 18 Oktober 2010

Kelompok PDKI (new)

PEMBAGIAN KELOMPOK PESERTA PDKI 2010

IKHWAN

 

Kelompok : Muhammad Al-Fatih

No

Nama

Jurusan

No. HP

01

Mohammad Nasib (Ketua)

Sosiologi

087850597711

02

Afzal Farid

T. Informatika

085745918333

03

Hasan Al-Banna

T. Informatika

 

04

Moh. Zamroni Hamzah

T. Informatika

085736409403

05

Farid Ardiansyah

Manajemen Ekonomi

085731809390

06

Hidayatur Rohman

T. Informatika

081913701493

07

Veki Nur Kholis

T. Informatika

03160770482

08

Sugeng Bagus

T. Informatika

085733164757

09

Misnari

Sosiologi

087750821887

10

Sugianto

T. Informatika

087850398696

11

Asep

Akuntansi

081913590017

 

 

Kelompok : Solahuddin Al-Ayyubi

No

Nama

Jurusan

No. HP

01

Ja’par (Ketua)

T. Informatika

081939040952

02

Ja’far Shodiq

T. Informatika

085755001010

03

Ahdawi

Sosiologi

087850951392

04

Imam Bukhori

Sosiologi

085730572232

05

Syamsul Arifin

T. Industri

087750915885

06

Muhammad Hafidz

T. Industri

081939310823

07

Miftahul Arifin

T. Industri

085648814536

08

Abdul Aziz

Psikologi

085719576707

09

M. Hasan Mauludi

Psikologi

03191930663

10

Suyitno

Ekonomi Pembangunan

085648702245

11

Ach. Rizal

T. Informatika

 

 

 

Kelompok : Bilal Bin Robah

No

Nama

Jurusan

No. HP

01

Fendi (Ketua)

Sosiologi

085733508505

02

Rusydi Nuruddin

Psikologi

085746401231

03

Nanang Wildan

Manajemen Informatika

08563649348

04

Kharis Zona Amrullah

Ilmu Kelautan

085755936078

05

Adam

Ilmu Komunikasi

085645675585

06

Iwan Ragasiwi

Agroekoteknologi

087850113322

07

Salam

TIP

 

08

Luthfi Muzakki

T. Industri

081558418855

09

Nashihuddin

T. Informatika

085735150113

10

Akhmad Sabela

T. Industri

087850013929

11

Adi Waluyo

Ilmu Kelautan

081913590017

 

GEMA RAMADHAN (Kajian Bersama Laziz Al-Haromain Bangkalan)

Meningkatkan Iman, Bukan Hanya Resolusi Ramadhan 👳🏻‍♂️ Ust. Moh. Sofa Faudi, S.Psi. • Iman artinya meyakini dalam hati, mengucapkan dengan...