Rabu, 12 Februari 2014

Tatsqif FSLDK Surabaya Raya "Membumikan Nilai Islam Dalam Praktek Pendidikan”



Tatsqif pada tanggal 19 mei 2013 dengan tema ”Membumikan Nilai Islam Dalam Praktek Pendidikan” yang bertempat di Masjid Asrama Hidayatulloh Surabaya memberikan banyak manfaat dan tambahan pengetahuan, selain kita bisa melepaskan rindu kepada saudara dan teman senasib seperjuangan dan mempererat ukhuwah, namun juga menambah keilmuan serta semangat kita tentang bagaimana implementasi nilai Islam dalam pendidikan dan  perkembangan pendidikan Islam. Semoga ini menjadi pengikat kita ukhwah kita yang tidak akan pernah terlepaskan oleh besarnya gelombang kehidupan yang akan terus menerjang. Amin

Assalamualaikum wr.wb.

Salam sapa dan senyum bersahaja kami haturkan kepada ikhwahfillah dimanapun berada, dapat kita katahui serta dapat kita rasakan bagaimana perkembangan pendidikan di dunia khususnya yang ada di indonesia saat ini. Perkembangan pembangunan, ekonomi, infrastruktur negara ini yang sedikit pesat, tak disertai dengan kemajuan sumberdaya daya manusia (SDM), sehingga mengakibatkan adanya ketidak seimbangan. Ibarat pepohonan yang semakin tinggi menjulang tanpa kekohan, maka disitu juga akan semakin mudah angin akan menerjang dan merobohkannya.

Sedikit membahas tentang pendidikan secara umum saat ini yang sudah dipaparkan oleh Prof. Danoel M. rasyid, salah satunya adalah para orang tua cenderung menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak pada lembaga-lembaga pendidikan langsung tanpa kontrol. Padahal pendidikan karakter yang sangat dominan dan paling baik adalah pendidikan secara langsung oleh orang tua.

Menurut beliau, lembaga pendidikan saat ini hampir semua lembaga pendidikan yang ada di dunia sudah tidak seperti dulu lagi, artinya system pendidikaan saat ini hampir semua rusak, hanya beberapa saja yang masih bias dikatakan baik. Dan yang di sayangkan juga saat ini lembaga non formal seolah-olah sudah hilang ciri khasnya, hampir tidak ada bedanya pendidikan formal dan non formal. Jadi dari pandangan ini bisa kita artikan bahwa sekolah di suatu lembaga sudah tidak penting lagi. Karna belajar tidak harus disekolah, maka dari itu ada siklus baik yang sebenarnya harus diterapkan dalam belajar: praktek membaca, menulis, bicara.

Kemudian sedikit akan membahas apa yang dipaparkan oleh Ust. Nur Huda, M.Pd.I, sebenarnya ada konsep belajar dimasa islam klasik, perinsip tauhid artinya sangat menekankan segala sesuatu harus karna Alloh), reflektif (berpengertian bahwa kebaikan sesorang akan berdampak baik pada dirinya), evaluatif (membahas apa yang sudah di capai), diagnostif (sadar akan apa yang dilakukan dan memperbaiki diri), taransparansi dan kejujuran (artinya keterbukaan). Beberapa hal inilah yang sudah banyak tidak berlaku saat ini, itu mengapa sisitem lembaga pendidikan saat ini kurang baik.

Mengaca pada pendidikan Negara kita misalnya, pendidikan kita sekarang bukan hanya bertujuan untuk mencerdaskan bangsa dan memajukan negara, namun pendidikan kita saat ini juga sebagai bisnis yang menghasilkan oknum-oknum tak bertanggung jawab, akhirnya beginilah yang kita rasakan. Kehancuran moral, konflik antar sekolah dimana-mana dan sebagainya, kejadian ini sangat mengiris hati. Benar perkataan Ir. Soekarno ”perjuanganku lebih mudah karna mengusirpenjajah, perjuanganmu lebih berat karna menghadapi bangsa sendiri” begitulah kurang lebih yang dikatakan beliau. [Hobir]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GEMA RAMADHAN (Kajian Bersama Laziz Al-Haromain Bangkalan)

Meningkatkan Iman, Bukan Hanya Resolusi Ramadhan 👳🏻‍♂️ Ust. Moh. Sofa Faudi, S.Psi. • Iman artinya meyakini dalam hati, mengucapkan dengan...